Latest Post

Sekumpulan Peralatan Batu Kuno Ditemukan di Sulawesi
Sekumpulan peralatan batu kuno ditemukan naungan batu yang dikenal sebagai Leang Burung 2. Usianya diperkirakan mencapai 50 ribu tahun.
Hasil gambar untuk artefak kuno




www.pediaindonesia.com
Seorang pemandu berjongkok di salah satu tebing di dalam gua di Kabupatan Maros, Sulawesi Selatan. Kabupaten Maros dan sekitarnya kaya akan gua--dalam bahasa setempat disebut leang. Beberapa leang merupakan leang prasejarah. (Alex Pangestu/National Geographic Indonesia)
Sekumpulan peralatan batu kuno ditemukan lagi di Sulawesi. Kami menjelaskan rincian peralatan batu kuno berusia 50.000 tahun yang ditemukan di naungan batu yang dikenal sebagai Leang Burung 2, dalam penelitian kami yang terbit hari ini di PLOS ONE.

Kami tidak menemukan fosil manusia bersama peninggalan alat batu kuno tersebut. Identitas pembuat alat-alat batu ini masih jadi misteri.

Pada 2016 kami melaporkan penemuan serupa yang berusia 200.000 tahun di Sulawesi. Kami juga tidak tahu siapa yang membuatnya.

Peralatan Sulawesi yang paling awal sangatlah tua dan bisa jadi milik salah satu dari beberapa spesies manusia. Kandidatnya meliputi Homo erectus dan Homo floresiensis, “Hobbits” dari Flores yang mirip kurcaci.

Kemungkinan lain bisa jadi Denisovan, sepupu jauh Neanderthal. Mereka bertemu dengan orang Aborigin awal di Asia Tenggara dan meninggalkan warisan genetik pada keturunannya.

Bahkan mungkin mereka adalah Homo sapiens yang telah menjelajah keluar dari Afrika jauh sebelum eksodus utama spesies kita.

Atau mungkin saja mereka adalah spesies yang benar-benar tidak diketahui.

"Terkuak Sejarah asal usul Nama Besar INDONESIA

Ke mana mereka pergi?
Kami bukan saja tidak mengetahui siapa penduduk pertama Sulawesi, kami juga tidak tahu apa yang terjadi pada mereka.

Pada 40.000 tahun lalu, orang-orang menciptakan seni batu di Sulawesi. Mengingat kecanggihan dari karya seni ini, pembuatnya pastilah Homo sapiens dengan pikiran modern seperti kita.

Bila penduduk awal pulau adalah kelompok yang sekarang sudah punah, apa mereka bertahan cukup lama dan sempat bertemu kebudayaan modern?

Sulawesi menjanjikan kemungkinan bagi kita untuk memahami proses wilayah Australia dihuni oleh manusia.
[ads-post]
Pulau Sulawesi yang berada pada rute ke Australia ini mungkin telah menjadi landasan peluncuran menuju pantai-pantai di Australia sampai 65.000 tahun lalu. Bahkan bisa jadi Sulawesi adalah tempat di mana orang Australia Pertama bertemu dengan Denisovan.



Memecahkan misteri ini tidaklah mudah pada daratan yang luas seperti Sulawesi. Dari mana kita harus mulai pencarian? Pertanyaan ini membawa kita ke Leang Burung 2.

Penggalian yang asli
Leang Burung 2 adalah naungan dari batu kapur di bagian selatan pulau. Pertama kali digali pada 1975 oleh arkeolog Ian Glover.

Glover menggali hingga kedalaman 3,6 m dan menemukan artefak “Zaman Es” yang berusia 30.000 tahun. Di bagian bawah parit yang ia gali, ia temukan juga lapisan tanah liat kuning. Ini mengandung peralatan batu sederhana dan fosil mamalia besar (megafauna) yang langka dan tidak ada pada lapisan “Zaman Es” (yang lebih muda) di atasnya.

Namun sebelum Glover bisa menjelajahi lebih lanjut petunjuk pemukiman manusia awal ini, ia harus menghentikan penggalian. Batu-batu besar di parit membuatnya tak bisa menggali lebih lanjut.

Beberapa dekade berikutnya, mendiang Mike Morwood yang terkenal karena menemukan “Hobbit”, memutuskan untuk memperdalam parit Glover hingga batuan dasar. Ia punya firasat bahwa di bawah tanah liat yang tidak diketahui usianya, mungkin terdapat bukti bahwa manusia purba ada di Sulawesi hingga waktu yang relatif belum lama. Sesungguhnya, Mike berpikir bahwa nenek moyang “Hobbit” mungkin berasal dari pulau ini hingga ke Flores utara.

Pada 2007, tim Mike (dipimpin oleh arkeolog Makassar Irfan Mahmud) memperdalam parit hingga 4,5 m, tapi lagi-lagi penggalian terhenti oleh batu.

"Tahukah Anda Indonesia juga merupakan negara yang dijajah oleh banyak negara Eropa dan juga Asia
Penggalian baru dan lebih dalam
Sesudah itu, atas undangan Mike, dan bersama kolega dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (ARKESNAS), saya membuka ulang parit tersebut dalam upaya untuk mencapai ke dasar pada akhirnya.

Arkeolog Indonesia bekerja di Leang Burung 2. (Adam Brumm, Author provided)

Selama tiga musim (2011-2013) kami menggali hingga kedalaman 6,2 m—lebih dalam dari penggalian sebelumnya. Penggalian tersebut sulit. Kami menggunakan alat penopang berat untuk menunjang dinding yang tidak stabil, dan peralatan bor khusus untuk menembus batu besar yang telah menghambat pekerjaan sebelumnya di tempat ini.

Alih-alih mencapai batuan dasar, kami malah mendapati air bawah tanah. Dengan air yang merembes masuk, berakhirlah penggalian kami.

Penggalian parit dalam di Leang Burung 2 pada 2012. (Adam Brumm, Author provided)

Meski pun demikian, kami bisa memastikan bahwa di bawahnya, memang ada bukti akan kehadiran manusia. Kami menyingkap cakrawala kebudayaan yang kaya di dalam tanah liat coklat, di bawah lempung kuning milik Glover.

Di antara temuan kami yakni peralatan batu besar yang belum sempurna, dan fosil megafauna. Kami juga menemukan fosil dari spesies gajah yang sudah punah, pertama kali fosil spesies gajah tersebut ditemukan di situs itu.

Fosil pecahan gigi dari gajah yang sudah punah, digali dari Leang Burung 2. (M W Moore, Author provided)

Memperkirakan usia temuan baru
Kami beruntung memiliki metode pengukuran usia yang belum ada di era Glover, tapi usia dari lapisan yang paling bawah masih sulit untuk diketahui.

Usaha terbaik kami menunjukkan bahwa tanah liat Glover di bagian atas berusia lebih dari 35.000 tahun, sedangkan lempung coklat sekitar 50.000 tahun—dan kami masih belum mencapai titik dasar.

Penduduk awal menggunakan peralatan seperti yang dibuat 200.000 tahun lalu di Sulawesi, sehingga artefak yang paling dalam mungkin berhubungan dengan kultur pembuat alat yang paling tua di pulau ini.

Artefak batu dari endapan yang dalam di Leang Burung 2, berusia setidaknya 50.000 tahun lalu (M W Moore, Author provided)

Para penghuni gua ini mungkin masih ada ketika seni batu pertama kali muncul 40.000 tahun lalu, tapi karena ketidakpastian dalam memperkirakan usia, dan erosi sedimen dalam jumlah besar di Leang Burung 2, kami tidak yakin.

Naungan batu Leang Burung 2. (Adam Brumm, Author provided)

Sebuah harapan baru
Sebenarnya mungkin untuk menggali lebih dalam di Leang Burung 2, tapi butuh usaha serius, termasuk menurunkan permukaan air secara artifisial. Namun meski penelitian di naungan ini menantang, hal itu mengarahkan kami ke situs lain dengan prospek yang lebih baik.

Penggalian kami di dekat Leang Bulu Bettue telah menemukan ornamen “Zaman Es” yang langka hingga berusia 30.000 tahun, dan kami sekarang telah menggali lebih dalam ke lapisan yang lebih tua.

The ConversationPekerjaan lebih lanjut di gua ini bisa memberikan petunjuk penting tentang penduduk asli Sulawesi, termasuk, kami berharap, fosil pertama yang tersisa dari masyarakat yang penuh teka-teki ini.

Adam Brumm, ARC Future Fellow, Griffith University

Sumber asli artikel ini dari The Conversation.

Ilustrasi wilayah Indonesia.





SEJARAH NAMA BESAR INDONESIA

www.pediaindonesia.com

JAKARTA, NNC - Sejarah mencatat bahwa istilah Indonesia pertama kali digagaskan oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama George Samuel Windsor Earl dalam karya ilmiahnya. Dia berpendapat bahwa bangsa yang tinggal di kepulauan disebut dengan nama Indu-nesian dan Melayunesians.

George Samuel Windsor Earl menuliskan pendapatnya ini dalam tulisannya yang ia buat pada 1835 hingga 1850. Namun, Earl belum menetapkan nama yang pasti untuk penyebutan kepulauan tersebut, meski dia telah menemukan 2 kata dasar yang kemudian berkembang sebutannya menjadi Indonesia itu.

Ada juga seorang Inggris lainnya yang bernama James Richardson Logan yang menulis karangan ilmiah berjudul "The Ethology of The India Archipelago" pada 1850 dalam sebuah jurnal bernama "Journal of The Indian Archipelago and Eastern". Dalam jurnal tersebut, ia jelas menyebut kata Indonesia.

Kemudian, nama The Malay Archipelago ini digunakan juga oleh Alfred Russel Wallace. Dia menyebut nama itu pada 1869 setelah ia berkunjung ke Indonesia yang waktu itu belum bernama Indonesia, pada 1854 hingga 1682.

Baca Juga
Sejarah Pendidikan Indonesia Dari Zaman ke zaman

Nama Indonesia semakin populer melalui tulisan orang Inggris bernama Maxwell dalam tulisannya yang berjudul "The Island of Indonesia" (Kepulauan Indonesia) pada tahun 1862.

Selain itu, ada juga ahli ethnologi yang lain, Adolf Bastian, seorang Jerman yang menggunakan nama Indonesia pada tahun 1884 dalam tulisannya yang diberi nama "Indonesien Oder die Inseln des Malayischen Archipel".

Kemudian, seorang ahli hukum adat yang bernama C Van Vollenhoven juga sering menggunakan nama Indonesier sebagai pengganti nama Inlander dalam karangannya yang diberi judul "Het Adatrecht van Nederlands-Indie".

Sedangkan, orang asli Indonesia yang mula-mula menggunakan nama Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat atau yang lebih kita kenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Beliau menggunakan nama Indonesische Pers-bureau sebagai nama sebuah biro pers ketika dibuang ke Belanda tahun 1913.
[ads-post]
Nama Indonesia diketahui berasal dari bahasa Yunani, yaitu Indo (India/Hindia) dan Nesos (kepulauan) atau “Indo” dan “Neise” yang berarti Kepulauan Hindia.

Dengan kata lain, Indonesia berarti Kepulauan Hindia atau India. Selain itu, Indonesia juga dikenal dengan nama Nusantara, yang berasal dari bahasa Jawa kuno, yaitu Nusa (pulau) dan Antara (hubungan).

Sedangkan nama Indonesia secara politik digunakan pertama kali oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia, yaitu organisasi yang didirikan oleh pelajar-pelajar Indonesia di Negeri Belanda pada tahun 1908.

 Baca Juga
Tahukah Anda Indonesia juga merupakan negara yang dijajah oleh banyak negara Eropa dan juga Asia

Organisasi tersebut pertama kali bemama Indische Vereeniging. Kemudian nama itu diganti menjadi Indonesische Vereeniging pada tahun 1922. Pada tahun yang sama namanya diganti menjadi Perhimpunan Indonesia.

Selain itu, menurut sejumlah sumber lain yang ditelusuri, dikatakan terdapat 6 nama lain sebelum diresmikan menjadi Indonesia seperti sekarang. Artinya, sejauh ini sederet nama pernah menjadi nama negara Indonesia.

1.Indu-nesian dan Melayunesians
Indu-nesian dan Melayunesians, adalah seperti disebutkan di atas, berasal dari seorang berkebangsaan Inggris bernama George Samuel Windsor Earl dalam sebuah karya ilmiahnya yang menyebutkan nama itu.

2.Hindia
Jauh sebelum bernama Indonesia, negara kita sempat diberi nama Hindia. Nama Hindia ini menjadi begitu terkenal setelah bangsa Portugis di bawah pimpinan Vasco da Gamma menemukan pulau ini dengan menyusuri Sungai Indus sekitar tahun 1498 Masehi.

3. Nederlandsch Oost-Indie/Nederlandsch Indie
Terlihat dari namanya tentu saja diketahui bahwa nama tersebut diberikan oleh orang  Belanda yang menguasai tanah air di zaman dahulu.

4. Insulinde
Nama Insulinde merupakan sebuah nama yang diprakarsai oleh Douwes Dekker dalam bukunya yang berjudul “Max Havelaar” pada tahun 1860.

Menurut catatan sejarah, nama Insulinde berasal dari bahasa Latin yang diambil dari padanan suku kata “Insulair”, yakni Insula dan Indus yang berarti Pulau Hindia.

5. Nusantara
Nama Nusantara memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bukan hanya panggilan, Nusantara ternyata pernah menjadi nama bagi Indonesia pada zaman dahulu.

Nusantara ditemui pada perpustakaan India Kuno yang menyebut negara ini sebagai Nusantara.

6. The Malay Archipelago
Nama The Malay Archipelago berarti menguasai laut atau kumpulan pulau-pulau Melayu. Nama ini pertama kali disebutkan seorang Inggris lainnya yang bernama James Richardson Logan, yang kemudian diikuti Alfred Russel Wallace seperti disinggung di atas setelah ia berkunjung ke tanah air di tahun 1854 hingga 1682.

Dalam perkembangan selanjutnya barulah kita kenal sebutan Indonesia yang secara politik seperti yang dipaparkan di atas, yang ditegaskan oleh perhimpunan mahasiswa.

Penulis : Thomas Koten
Editor : Y.C Kurniantoro
Sumber : Dari berbagai sumber


Rempah Rempah, Bahan, Rempah-Rempah


Inilah Obat Herbal yang Terbaik Untuk Mengobati Diabetes

www.pediaindonesia.com

Swietenia Mahogany Semen (Ekstrak Biji Mahoni)
Pohon tropis ini berasal dari daerah Hindia Barat dan Afrika. Saat ini banyak tumbuh liar di hutan jati dan tempat dekat pantai. Pohon Mahoni menyukai tempat yang langsung terkena sinar matahari dan dapat bertahan di tanah gersang, meski tidak disiram selama berbulan-bulan.  Biji Mahoni dengan kandungan antioksidan digunakan secara empiris dalam pengobatan herbal Diabetes. Berdasarkan penelitian, ekstrak Etanol biji Mahoni efektif menurunkan kadar glukosa dalam darah.

Baca Juga
"Tahukah Anda Tanaman Herbal Untuk Kesahatan Wajah Dan Mencegah Keputihan


Cinnamomum Burmani Cortex (Ekstrak Kayu Manis)
Tanaman Kayu Manis ini berasal dari Sri Lanka dan banyak tumbuh di daerah tropis dengan ketinggian 500 – 1.500 m dpl. Tanaman herbal ini dapat tumbuh dengan baik di hampir seluruh  wilayah Indonesia, yang merupakan daerah beriklim tropis basah.  Tanah tempat tumbuh yang cocok, yaitu tanah yang banyak mengandung humus, berpasir, dan mudah menyerap air.

Pertumbuhan tanaman herbal Kayu Manis  ini membutuhkan sinar matahari dan akan semakin baik jika kelembabannya tinggi. Ekstrak Kayu Manis terbukti mengandung Saponin, Sinamaldehid, Polifenol dan Flavonoid, yang memiliki efek menurunkan kadar gula dalam darah.


Pahit Labu, Pare, Labu Pahit, Buah, AsiaMomordica Charantia Fructus (Ekstrak Pare)
Tanaman Pare berasal dari wilayah Asia tropis terutama di Hindia bagian barat. Tanaman ini bersifat merambat dan bisa hidup dengan baik di dataran rendah maupun tinggi. Lokasi yang paling sesuai untuk tempat hidup Pare berada di antara ketinggian 1 – 1500 meter dpl. Tanaman Pare juga bermanfaat bagi kesehatan. Ekstrak buah Pare memiliki efek antidiabetik yang bisa menurunkan kadar gula darah.

[ads-post]
Glucoscare Tea - Teh Herbal Diabetes

Gymnema Sylvestre (Penghancur Gula)
Gymnema Sylvestre yang dikenal sebagai penghancur gula, mungkin masih asing di telinga kita. Tanaman herbal berbentuk kayu yang merambat ini berasal dari India dan banyak ditemukan di Afrika. Daunnya digunakan untuk membuat obat, yaitu untuk mengatasi efek diabetes serta telah lama digunakan dalam pengobatan ayurweda.

Saat ini, tanaman tropis ini digunakan untuk mengatasi sindrom metabolisme, diabetes mellitus, batuk, dan menurunkan berat badan. Di Afrika, tanaman ini juga digunakan untuk mengobati penyakit malaria dan gigitan ular.

Baca Juga
"TAHUKAH ANDA 11 CARA DIET SEHAT & ALAMI YANG WAJIB KAMU TAHU!

Serbuk Kelopak Bunga Hibiscus Sabdariffa (Rosella)
Rosella berasal dari Benua Afrika dan sering digunakan sebagai selai atau jeli.  Tanaman ini dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis hangat dengan kelembaban 70%.

Awalnya Rosella banyak digunakan sebagai tanaman hias dan minuman penghangat. Dalam perkembangannya, Rosella dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit yaitu untuk membantu proses pengolahan gula dalam tubuh.

sumber harvestsupplement.com

Daftar Tanaman Herbal - Harvest Supplement

Tanaman Herbal Untuk Kesahatan Wajah Dan Mencegah Keputihan

www.pediaindonesia.com/
Kesehatan sangat penting bagi kita dan merupakan anugerah terindah dari-Nya. Sayangnya tidak semua orang bisa menikmati anugerah terindah ini, sehingga aktivitas sehari-hari terganggu. Padahal gaya hidup sehat dan asupan nutrisi sudah terjaga.

Beberapa orang mengalami gangguan kesehatan dengan atau tanpa sengaja. Ada yang sakit karena keturunan ataupun tertular dari orang lain. Tidak dapat dimungkiri, banyak juga di antara kita yang sudah berobat ke dokter namun tidak kunjung sembuh, bukan? Bahkan beberapa mengalami efek samping dari obat kimia yang dikonsumsi, sehingga menimbulkan penyakit baru.

Nah, dalam artikel ini kita akan membahas tentang manfaat tanaman herbal untuk kesehatan tubuh. Banyak sekali manfaat tanaman obat ini  bagi kesehatan tubuh kita, terutama mampu mengobati penyakit tanpa efek samping bila dikonsumsi dengan benar. Yuk, kita simak berbagai tanaman herbal yang digunakan sebagai bahan dasar dari obat herbal yang diproduksi Harvest Supplement dan manfaatnya untuk mengatasi berbagai penyakit.

Berbagai Macam Tanaman Herbal & Manfaatnya

Keputihan
Beauty Golds - Obat Tradisional Keputihan

Ekstrak Parameria Laevigata (Kayu Rapet)
Tanaman herbal yang berbentuk semak menjalar ini, biasanya tumbuh liar di hutan dataran rendah dan tanah tandus, yang cukup mendapat sinar matahari. Bagi para wanita dan remaja putri, Kayu Rapet ini sangat bermanfaat. Sejak dulu Kayu Rapet yang berasal dari Cina ini, sudah terbukti dapat mengatasi penyakit kewanitaan yaitu keputihan.

Kayu Rapet  berperan sebagai antioksidan, antiradang, dan antialergi sehingga dapat mengurangi berbagai penyakit lain seperti risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, serta penyakit Alzemeir. Kulit Kayu Rapet  juga berkhasiat sebagai obat rahim, nyeri sehabis bersalin, bekas jerawat, disentri, koreng dan luka-luka.
Baca Juga
Ekstrak Piper Betle (Daun Sirih)
Tanaman sirih  yang asli Indonesia ini, biasanya tumbuh baik di daerah dengan iklim sedang hingga basah. Selain itu, tanaman merambat ini juga menyukai tempat yang mendapat cahaya matahari penuh.  Tanaman Daun Sirih banyak ditemui di dataran rendah dan dataran tinggi, khususnya di tanah yang subur.

Daun Sirih menjadi bahan alami yang efektif untuk mengatasi masalah keputihan dan  pembersih daerah kewanitaan. Kandungan Chavicol pada ekstrak daun Sirih berfungsi sebagai antiseptik, sehingga dapat membasmi jamur penyebab keputihan,  melancarkan haid, dan menghilangkan bau badan.
[ads-post]
Kesehatan Wajah dan Kulit

Ekstrak Curcumae Domestica (Kunyit)
Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan menyebar hingga ke benua Australia dan Afrika. Kunyit cocok hidup di tempat terbuka dan tumbuh baik di daerah dengan intensitas cahaya yang baik. Tanaman ini bisa tumbuh subur di dataran rendah dan dataran tinggi dengan tanah gembur.

Kurkuminoid pada kunyit berkhasiat sebagai antihepatotoksik, enthelmintik, antiedemik, analgesic, antiinflamasi dan antioksidan. Antioksidan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan wajah dan kulit. Rimpang kunyit berfungsi sebagai antikoagulan, antiedemik, menurunkan tekanan darah, mengatasi malaria, sakit perut, memperbanyak ASI, sebagai obat cacing, mengatasi keseleo, memar, dan rematik. Minyak atsiri pada kunyit dapat mengatasi diare.

Baca Juga
Ekstrak Garcinia Mangostana (Kulit Manggis)
Manggis  adalah tanaman eksotis yang berasal dari Kepulauan Nusantara. Pohon ini  tumbuh di daerah tropis serta tanah subur di dataran rendah, hingga ketinggian 1.000 m dpl. Kandungan antioksidan pada kulit buahnya, bermanfaat untuk meremajakan kulit, sehingga dapat mencegah penuaan dini, memutihkan kulit, menghilangkan jerawat dan flek hitam.

Kulit manggis juga mengandung senyawa Xanthone, yang merupakan bioflavonoid dengan sifat sebagai antioksidan, antibakteri, antialergi, antitumor, antihistamin, dan antiinflamasi. Senyawa Xanthone sebagai antioksidan dapat menetralisir radikal bebas yang masuk atau diproduksi di dalam tubuh, mencegah penuaan organ tubuh, mencegah penyakit jantung, mencegah kanker, dan kebutaan serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ekstrak Kaemferia Galanga (Kencur)
Tanaman rempah dan bumbu ini berasal dari Indonesia, khususnya banyak tumbuh di Pulau Jawa. Kencur tumbuh subur di dataran rendah atau tanah gembur dengan sedikit air di daerah pegunungan. Tanaman rempah ini juga dapat tumbuh di pot atau di halaman, yang cukup mendapat sinar matahari dan tidak terlalu basah.

Berdasar penelitian, ekstrak Kaemferia Galanga ini dapat menyembuhkan bekas luka, khususnya jerawat. Sementara ekstrak Etanol pada rimpang Kencur, memiliki efek daya hambat terhadap jamur penyebab penyakit kurap kulit.

sumber

www.pediaindonesia.com/



Obesitas atau kelebihan berat badan dipicu oleh banyak hal yaitu faktor pola makan, genetik, dan masih banyak lainnya. Kamu dapat menurunkan berat badan dengan cepat dan alami tanpa ada efek samping sehingga tidak membahayakan bagi kesehatan tubuh, selain itu lebih murah dan ekonomis. Berikut adalah beberapa cara diet alami dan cepat menurunkan berat badan:

1. Menentukan Target
Target-target kecil bisa dimulai sebagai langkah awal untuk penurunan berat badan, contohnya jika kamu suka ngemil gorengan, mulai sekarang niatlah untuk berhenti atau mengurangi camilan gorengan tersebut.


2. Mengonsumsi Banyak Air Putih
Banyak praktisi kesehatan selalu menganjurkan untuk memperbanyak mengonsumsi banyak air putih, yaitu minimal 8 gelas perhari. Memperbanyak mengonsumsi air putih dapat mengurangi resiko dehidrasi, selain itu juga efektif untuk menurunkan berat badan karena lambung akan penuh sehingga kamu akan merasa kenyang meskipun tidak makan.

3. Olahraga /Aktif Bergerak
Salah satu kegiatan yang harus dilakukan saat diet adalah olahraga. Lakukan olahraga secara rutin untuk membakar lemak dalam tubuh sehingga dapat menurunkan berat badan. Olahraga yang efektif untuk menurunkan berat badan yaitu jogging, jalan santai, senam aerobik, atau olahraga lainnya. Jika kamu tidak memiliki banyak waktu maka sempatkanlah untuk berjalan kaki menaiki tangga seperti saat di kantor, jangan menggunakan lift karena dengan menaiki tangga dapat membakar lemak yang dalam tubuh dengan cepat.


4. Konsumsi Kacang Pistachio
Mungkin belum semua orang sering mendengar kacang pistachio. Kacang jenis ini biasanya tumbuh di daerah kering seperti Turkmenistan, Azerbajian Barat dan Iran. Kacang Pistachio relatif lebih mahal dari jenis kacang-kacangan yang lain. Kandung protein dalam kacang pistachio adalah sumber protein terbaik yang sangat rendah kalori. Jadi, jika kamu memiliki uang lebih tidak ada salahnya mencoba makanan ini sebagai salah satu cara diet alami.
[ads-post]

5. Mengonsumsi Makanan Yang Mampu Membakar Lemak Dalam Tubuh
Berikut adalah beberapa jenis makanan yang efektif untuk membakar lemak dalam tubuh secara cepat dan inilah cara diet alami tanpa olahraga:
  • Buah berry: Ada beberapa jenis buah berry yang efektif untuk menurunkan berat badan yaitu bluberry, raspberry, dan strawberry. Semua jenis buah berry ini rendah kalori dan mengandung flavonoid sehingga cocok dikonsumsi untuk program diet. Selain itu buah ini juga mengandung antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.
  • Telur: Telur merupakan salah satu jenis makanan yang kaya akan protein dan rendah kalori sehingga banyak praktisi kesehatan yang menganjurkan untuk mengkonsumsi telur saat diet.
  • Yogurt: Yogurt meryupakan salah satu makanan sehat yang kaya akan vitamin dan rendah lemak. Jika mengkonsumsi yogurt secara rutin setiap hari dapat menurunkan kadar lemak dalam perut sebanyak 81%.
  • Teh hijau: Minuman yang banyak dikonsumsi oleh mayoritas orang adalah teh, namun jenis teh yang efektif untuk menurunkan berat badan yaitu teh hijau atau biasa disebut dengan teh olong. Teh hijau mampu meningkatkan proses metabolisme dalam tubuh sehingga pembakaran lemak dalam tubuh lebih cepat. Jadi jika kamu ingin menurunkan berat badan secara cepat maka konsumsi teh hijau secara teratur setiap hari untuk mendapatkan hasil lebih maksimal.

6. Mengonsumsi Makanan Kaya Serat
Salah satu cara diet alami dalam 1 minggu adalah dengan mengonsumsi makanan kaya serta. Makanan ini mampu menurunkan berat badan secara cepat dan sehat. Makanan kaya serat dapat diperoleh dari buah dan sayuran, diantaranya adalah kentang, brokoli, bayam, sayuran hijau lainnya, jambu biji, pir, dan pisang.


7. Mengganti Karbohidrat Biasa Dengan Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat merupakan sumber energi dan gula bagi tubuh sehingga tubuh membutuhkan asupan karbohidrat yang cukup. Biasanya karbohidrat didapat dari nasi, mie, dan lainnya. Ternyata makanan itu sulit untuk diserap oleh tubuh sehingga menumpuk menjadi lemak. Oleh karena itu gantilah karbohidrat biasa dengan karbohidrat kompleks seperti gandum, beras merah, kacang-kacangan, sereal, dan lainnya karena lebih mudah diserap oleh tubuh menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh.


8. Pilih Makanan Yang Diolah Dengan Cara Tertentu
Akan lebih baik kamu mengonsumsi makanan yang diolah dengan cara dikukus atau direbus daripada makanan yang digoreng. Makanan yang dikukus atau direbus mempunyai kandungan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan makanan yang digoreng dalam minyak panas. Apalagi makanan yang digoreng biasanya mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi.


9. Mengurangi Konsumsi Makanan Kemasan

Makanan siap saja, makanan kemasan, dan makanan yang digoreng memiliki kandungan kalori dan lemak yang tinggi, belum lagi bahan pengawet serta garam. Jadi sebaiknya dikurangi ataupun dihindari saat kamu sedang berupaya melakukan diet sehat dan alami.



10. Mengatur Isi Makanan Di atas Piringmu
Yang harus kamu lakukan adalah mengatur ulang makanan di atas piringmu. Intinya adalah memenuhi sepertiga piring kamu dengan makanan rendah lemak seperti ikan, daging unggas, atau daging tanpa lemak. Selain itu, perbanyak buah dan sayuran serta kacang-kacangan. Pilih juga sumber karbohidrat yang lebih sehat seperti kentang dan beras merah. Kalau suka buah, pilih yang tidak terlalu manis seperti alpokat, tomat, dan apel.

11. Memperhatikan Pola Makan Malam
Untuk menurunkan berat badan tidak perlu untuk meninggalkan makan malam tetapi kamu perlu memperhatikan pola makan malam. Pada malam hari tubuh tidak banyak melakukan aktivitas sehingga hanya membutuhkan asupan energi dan gula dalam jumlah yang kecil. Jadi atur pola makan malam kamu dengan memperbanyak mengkonsumsi sayur dan buah, selain itu juga hindari mengonsumsi makanan yang mengandung banyak minyak seperti gorengan jika tidak ingin perut menjadi besar (buncit).



sumber : hariangadis


Anggaran Sama, Pendidikan Indonesia Kalah Jauh dari Vietnam

Anggaran Sama, Pendidikan Indonesia Kalah Jauh dari Vietnam

www.pediaindonesia.com

Anggaran Sama, Pendidikan Indonesia Kalah Jauh dari Vietnam Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluhkan kondisi pendidikan di Indonesia yang berada di peringkat ke-68, bahkan kalah dari Vietnam yang di peringkat delapan
Jakarta,  Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluhkan kondisi pendidikan di Indonesia yang masih berada di peringkat ke-68 di antara negara-negara di dunia. Hal ini berbanding terbalik dengan Vietnam yang berada di peringkat delapan.

"Indonesia menghabiskan 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan, sama seperti Vietnam. Tapi hasilnya sangat berbeda," kata Sri Mulyani, Senin(4/12).

Kendati demikian, Sri Mulyani melanjutkan, jumlah dana sebenarnya bukan perkara utama dalam menumbuhkan kualitas pendidikan di suatu negara. Melainkan, cara menghabiskan dana tersebut.

"Mengulas Sejarah Perkembangan Kurikulum Sejak Indonesia Merdeka
Lihat juga:Bos Pajak Baru dari 'Kacamata' Para Kolega

"Indonesia dalam hal ini telah melakukan pembahasan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)," ucap Sri Mulyani.
[ads-post]
Menurutnya, pemerintah akan membenahi sistem pendidikan di kabupaten, kota, dan provinsi. Misalnya, pemerintah memastikan lagi soal kualitas guru yang mengajar di berbagai daerah tersebut.

"Jumlahnya sudah memadai secara total, namun distribusi maupun kualifikasinya kurang. Ini tantangan bagi Indonesia," jelas dia.

Tak hanya guru, tapi kualitas sistem kurikulum yang ditetapkan juga penting untuk dikaji. Dengan demikian, pemerintah masih perlu membenahi penggunaan anggaran pendidikan.

Lihat juga:Cabai Bawa Inflasi November Terbang Landai 0,2 Persen

"Ini juga penting meningkatkan peranan dan kualitas kelas menengah," imbuhnya.

"Mengingat sejarah Pendidikan di Indonesia dari Jaman ke Jaman
Membahas mengenai kelas menengah, Ia menjelaskan, kelas menengah tahun 2016 sebenarnya telah meningkat menjadi 21 persen dari posisi 14 tahun lalu yang masih tujuh persen.

Menurutnya, masyarakat yang masuk dalam kelas menengah adalah mereka yang menghabiskan sekitar Rp500 ribu hingga Rp2 juta per hari. Namun, Sri Mulyani berpendapat, kelas menengah ini masih belum cukup kuat dan masih rentan terguncang oleh kondisi ekonomi.

"Upaya mengurangi kemiskinan bergantung dari kelas menengah, mereka bisa menciptakan lapangan kerja, jadi kelas menengah bisa jadi pendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan," papar Sri Mulyani.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan, tantangan untuk menumbuhkan kelas menengah saat ini salah satunya berasal dari perkembangan teknologi informasi. Pasalnya, hal itu bisa menghapus lapangan kerja bagi masyarakat.

"Misalnya, papangan kerja dulu ada sebagai kendaraan untuk beranjak dari kemiskinan," ungkap Sri Mulyani.

sumber  cnnindonesia



Kerajaan Sambas
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
www.pediaindonesia.com

Kerajaan Sambas kuno[3]adalah negara Sambas kuno yang mula-mula berdiri sekitar abad ke 7  hingga sampai masa Kerajaan Panembahan Sambas yang berakhir sekitar tahun 1675 di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia.

Kerajaan Panembahan Sambas merupakan pendahulu kesultanan Sambas, sebagaimana halnya Kerajaan Kutai merupakan kerajaan pendahulu yang ditaklukan oleh Kesultanan Kutai. Tetapi Dinasti (garis keturunan) Raja-Raja Kerajaan Sambas berbeda dengan Dinasti / Nasab Sultan-Sultan Kesultanan Sambas.

Penguasa Kerajaan Sambas bergelar Ratu atau Panembahan. Ratu merupakan gelar penguasa yang levelnya berada di bawah dari gelar Maharaja (disebut Sultan pada masa Islam). Panembahan merupakan gelar yang mulai populer sejak 1500 karena digunakan oleh Panembahan Jimbun (alias Raden Patah), raja pertama Kesultanan Demak.
[ads-post]
Pada mulanya negara Sambas (Kerajaan Sanujuh / Neng Rio / Nek Riuh, milik Dayak bakati utara) menjadi vazal Kerajaan Bakulapura (bawahan Singhasari). Pada masa itu Tanjung Dato menjadi perbatasan wilayah mandala Bakulapura/Tanjungpura/Sukadana dengan wilayah mandala Borneo/Brunei/Barune[5][6]Selanjutnya negara Sambas (Kerajaan Tan Unggal) menjadi vazal Kerajaan Tanjungpura (penerus Bakulapura) yaitu provinsi Majapahit di Kalimantan.[7]
"Mengulas Sejarah Perkembangan Kurikulum Sejak Indonesia Merdeka
Sambas terletak di antara jalur pelayaran dari Tiongkok ke Champa menuju Tuban (pelabuhan Majapahit). Sambas menjalin hubungan dengan Tiongkok pada tahun 1407 sejak terbentuknya pemukiman Tionghoa Hui Muslim Hanafi didirikan di Sambas. Pemukiman Tionghoa ini di bawah koordinator Kapten Cina di Champa, namun sejak tahun 1436 langsung di bawah gubernur Nan King.[8]

Kerajaan Sambas dan kerajaan lainnya di Kalimantan di bawah pengaruh Kesultanan Demak (penerus Majapahit). Tomé Pires melaporkan bahwa Tanjompure (Tanjungpura/Sukadana) dan Loue (Lawai) masing-masing kerajaan tersebut dipimpin seorang Patee (Patih). Patih-patih ini tunduk kepada Patee Unus, penguasa Demak. [9]. Kemungkinan besar penguasa Sambas dan Banjarmasin juga telah ditaklukan pada masa pemerintahan Sultan Demak Pati Unus/Pangeran Sabrang Lor/Yat Sun (1518-1521) sebelum menyerbu posisi Portugis di Malaka pada tahun 1521 dimana Pati Unus gugur dalam pertempuran tersebut.

Semenjak runtuhnya Demak, Banjarmasin memungut upeti kepada negara Sambas, Sukadana dan Batang Lawai dan menjadikannya vazal Kesultanan Banjar. Terakhir kalinya negara Sambas mengirim upeti ke Martapura pada masa pemerintahan Sultan Mustainbillah[10]Pada tanggal 1 Oktober 1609, Pangeran Adipati Saboa Tangan dari Kerajaan Sambas melakukan pakta kerja sama dengan VOC Belanda.
"Mengingat sejarah Pendidikan di Indonesia dari Jaman ke Jaman
Sebelum berdirinya Kerajaan Sambas di wilayah Sungai Sambas ini sebelumnya telah berdiri Kerajaan-kerajaan yang menguasai wilayah Sungai Sambas dan sekitarnya. Berdasarkan data-data yang ada, urutan kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Sungai Sambas dan sekitarnya sampai dengan terbentuknya Negara Republik Indonesia adalah :

Keraton I disebut Kerajaan Sanujuh (Neng Rio / Ne' Riuh versi Dayak kanayatn) milik Dayak bakati utara sekitar abad 7 M - 14 M.
Keraton II disebut Kerajaan Tan Unggal sekitar abad 15 M (milik Dayak dan jawa).
Keraton III disebut Kerajaan Sambas pada abad 16 M.
Keraton IV disebut Kesultanan Sambas pada abad 17 M - 20 M.
Secara otentik Kerajaan Sambas telah eksis sejak abad ke 13 M yaitu sebagaimana yang tercantum dalam Kitab Negara Kertagama karya Prapanca pada masa Majapahit (1365 M). Kemungkinan besar bahwa Kerajaan Sambas saat itu Rajanya bernama Rio (Neneng Rio / Ne' Riuh). Walaupun secara otentik Kerajaan Sambas tercatat sejak abad ke-13 M, namun demikian berdasarkan benda-benda arkelogis (berupa gerabah, patung dari masa hindu)yang ditemukan selama ini di wilayah sekitar Sungai Sambas menunjukkan bahwa pada sekitar abad ke-6 M atau 7 M di sekitar Sungai Sambas ini diyakini telah berdiri Kerajaan Sanujuh (Kerajaan dayak bakati utara). Hal ini ditambah lagi dengan melihat posisi wilayah Sambas yang berhampiran dengan Selat Malaka yang merupakan lalu lintas dunia sehingga diyakini bahwa pada sekitar abad 7 M di wilayah Sungai Sambas ini telah berdiri Kerajaan Sambas yaitu lebih kurang bersamaan dengan masa berdirinya Kerajaan Batu Laras di hulu Sungai Keriau yaitu sebelum berdirinya Kerajaan Tanjungpura.

Semua data yang dijelaskan di atas adalah untuk masa Kerajaan Sambas hindu sedangkan setelah masa Kerajaan Sambas hindu ini dilanjutkan dengan masa Panembahan Sambas hindu yang berbeda keturunan (Dinasti / Nasab) dengan Kerajaan Sambas hindu itu, setelah masa Panembahan Sambas hindu itu dilanjutkan lagi masa pemerintahan Kesultanan Sambas dimana Kesultanan Sambas ini berbeda keturunan (Dinasti / Nasab) dengan Kerajaan Sambas hindu maupun Panembahan Sambas hindu, namun masih berkerabat, karena pendiri Kesultanan Sambas merupakan menantu di kerajaan Panembahan Ratu Sambas. Masa Pemerintahan Kesultanan Sambas inilah yang datanya jauh lebih jelas dan lengkap dibandingkan dengan masa-masa Kerajaan-Kerajaan Sambas sebelumnya. Keturunan dari Raja-Raja Kerajaan Sambas hindu dan Panembahan Sambas hindu telah hilang jejaknya, yang ada sekarang sebagai keturunan Kerajaan Sambas adalah dari Raja-Raja Kesultanan Sambas yang berkembang luas hingga sekarang ini. Jadi Kerajaan Sambas yang dimaksudkan masyarakat saat ini adalah Kesultanan Sambas, bukan Kerajaan Sambas hindu atau Panembahan Sambas hindu dimana data-data yang disebutkan di atas alinea ini adalah untuk masa Kerajaan Sambas hindu dan Panembahan Sambas hindu, bukan untuk Kesultanan Sambas yang ada sekarang. Kesultanan Sambas itu tidak sama dengan Kerajaan Sambas yang dibahas pada halaman ini, Kerajaan Sambas itu adalah Kerajaan yang ada di wilayah Sungai Sambas sebelum berdirinya Kesultanan Sambas. Luas wilayah kekuasaan Kerajaan Sambas itu tidak sebesar wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas. Sedangkan yang ditunjukkan pada peta awal halaman ini adalah bukan wilayah kekuasaan Kerajaan Sambas tetapi adalah wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas.
Sedangkan pada masa pemerintahannya, Kesultanan Sambas yang berdiri sejak tahun sekitar tahunn 1675 M, tidak pernah tunduk / bernaung kepada pihak-pihak kekuasaan manapun baik itu Kerajaan lainnya di Nusantara ini ataupun pihak Kolonoal Eropa hingga kemudian pada masa Sultan Sambas ke-10 yaitu Sultan Umar Akamaddin III (tahun 1831 M), kekuasaan Kolonial Hindia Belanda mulai memengaruhi pemerintahan Kesultanan Sambas hingga masa kemerdekaan RI.
Bahkan Kesultanan Sambas sempat menjadi Kerajaan terbesar di wilayah Kalimantan Barat selama sekitar 100 tahun yaitu dari awal abad ke-18 (tahun 17-an) hingga awal abad ke-19 (tahun 18-an), baru kemudian setelah Hindia Belanda mulai berkuasa di wilayah Kalimantan Barat, Kejayaan Kesultanan Sambas mulai meredup dan kemudian kebesaran Kesultanan Sambas itu digantikan oleh Kesultanan Pontianak.[butuh rujukan]
Peta wilayah yang ditunjukkan di awal halaman ini adalah batas wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas dari masa Sultan Sambas ke-4 yaitu Sultan Abubakar Kamaluddin (1730) hingga berakhirnya masa pemerintahan Kesultanan Sambas dengan bergabung kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tahun 1950. Bekas wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas tersebut diatas kemudian pada tahun 1956 dijadikan sebagai wilayah Kabupaten Sambas yang berlangsung selama sekitar 44 tahun hingga kemudian pada tahun 2000 wilayah Kabupaten Sambas itu dimekarkan menjadi 2 Kabupaten dan 1 Kota yaitu Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang seperti yang ada sekarang (2012. Jadi bekas wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas sekarang menjadi wilayah dari 2 Kabupaten dan 1 Kota yaitu Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas yang sejak berpuluh tahun oleh masyarakat di wilayah ini di kenal dengan sebutan populer yaitu "SINGBEBAS" singkatan dari Singkawang, Bengakayang dan Sambas wilayah-wilayah inilah yang dahulu merupakan wilayah kekuasaan KESULTANAN SAMBAS. (Sumber : 1. Arsip Nasional RI, Jakarta, 2. Silsilah Kesultanan Sambas, 3. Berita Daerah Provinsi Kalimantan Barat tahun 1956)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget